Ini Dia Varian Jenis Dan Tingkat Kematangan Steak Sapi Khas Holycow Steak

Sirloin dan tenderloin adalah dua jenis steak sapi yang paling banyak disajikan di beberapa restoran ternama di Indonesia. Namun dalam penyajiannya, steak ini seringkali hadir dengan varian menu yang lebih beragam, apalagi banyak pula diantaranya restoran yang menyajikan steak sapi dengan menggunakan tingkat kematangan berbeda, seperti halnya steak sapi khas dari holycow yang dikenal dengan sajian lezatnya. Itulah sebabnya banyak sekali pelanggan yang cari aman dengan memilih steak sirlon atau tenderloin yang disajikan dengan standar kematangan well done. Akan tetapi, bagi anda yang ingin mendapatkan sajian steak yang disertai tingkat kematangan yang tepat dan sesuai selera, sebaiknya anda perhatikan dulu penjelasan di bagian bawah ini. Dengan demikian anda pun dapat melakukan pemilihan menu steak dengan tepat, diantaranya :

Mengenal jenis-jenis daging dari steak sapi :

1.     Steak Sirloin

Steak sapi yang satu ini dibuat dengan menggunakan daging sapi khas luar atau lebih tepatnya berasal dari bagian punggung luar, dan dekat dengan bagian paha belakang. Jenis daging yang satu ini umumnya memiliki lapisan lemak yang muncul di sekeliling bagian daging atau pun menempel di salah satu bagian sisi daging yang dimilikinya. Jenis daging yang satu ini juga dikenal dengan teksturnya yang lebih keras. Hal ini berkaitan dengan bagian punggung atau loin, dan juga rusuk atau pun rib.

2.     Steak Tenderloin

Untuk jenis steak sapi yang satu ini ia juga sering disebut sebagai fillet mignon. Daging sapi yang terdapat dalam menu holycow steak ini berasal dari bagian dalam punggung, dan ia pun dikenal tanpa otot juga tanpa adanya lemak. Tenderloin adalah jenis daging yang berada di tengah-tengah, lebih tepatnya antara bagian sirloin dan juga tulang rusuk sapi. Jenis steak daging yang satu ini dikenal pula dengan teksturnya yang lembut. Hal ini dikarenakan otot-otot yang dimilikinya justru jarang digunakan oleh sapi tersebut. Untuk sajian steak dengan potongan besar dari daging yang satu ini dikenal dengan nama tenderloin, namun jika sajiannya dipotong kembali dengan ukuran yang jauh lebih kecil, maka steak ini pun disebut sebagai fillet mignon.

3.     Steak Rib eye atau fillet scotch

Daging sapi dari steak yang satu ini diambil dari bagian dalam punggung sapi, jenis daging ini juga dikenal memiliki bagian lemak yang terdapat di area tengah atau tersebar secara merata di sekitar permukaan daging. Kehadiran lemak yang cukup banyak pada jenis daging yang satu ini membuat steak tersebut lebih beraroma serta juicy. Karena itulah selain dikenal sebagai Rib eye, steak ini pun sering pula disebut dengan nama fille scotch.

4.     Steak T-Bone

Tidak jauh berbeda dengan jenis daging di bagian atas, untuk steak T-Bone, daging sapi yang digunakannya pun berasal dari area punggung bagian dalam, hanya saja jenis daging ini digunakan hingga bagian bawah yang kemudian memotong area tulang punggung yang dimilikinya. Daging ini juga dikenal dengan gumpalan lemak yang khususnya hadir di bagian atas. Memiliki bentuk yang seuai dengan namanya, jenis daging ini memiliki tulang yang berbentuk huruf “T”.

Mengenal tingkat kematangan sajian steak sapi

Jika pada bagian di atas tadi anda telah dijelaskan berbagai macam jenis atau varian steak sapi dan juga bagian-bagian daging yang digunakannya, maka selanjutnya penulis akan jelaskan mengenai berbagai macam tingkat kematangan yang dapat disajikan pada menu steak sapi di bagian atas tadi, diantaranya :

1.     Raw atau Blue Rare

Untuk jenis steak sapi yang dipanggang dengan tingkat kematangan ini, umumnya ia tampil dengan kondisi masih sangat mentah. Hal ini berkaitan dengan proses pemanggangan daging yang hanya dilakukan selama 30 detik saja. Itulah sebabnya suhu daging yang telah selesai dimasak pun hanya berada dalam hitungan 60 derajat celcius saja.

2.     Rare

Sedikit lebih matang dari menu sajian steak daging di bagian atas tadi, untuk steak yang satu ini , proses pemanggangan daging akan dilakukan lebih lama pada bagian sisinya. Dengan kata lain, bagian sisi dari steak tersebut dipanggang selama kurang lebih sekitar 1 hingga 2 menit, hal ini juga dapat dilihat melalui tingkat kematangan bagian luar yang berubah warna menjadi merah tua, sedangkan bagian dalam steak tersebut masih terlihat merah dan nampak juicy.

3.     Medium Rare

Lebih matang dari jenis steak di bagian atas tadi, proses pemanggangan pada steak ini dilakukan lebih lama, hingga bagian sisi atau luar steak tersebut berubah warna menjadi coklat. Sedangkan untuk bagian dalam steaknya masih berwarna merah, proses pemanggangan bagian luar steak tersebut dilakukan selama 3 hingga 4 menit.

4.     Medium

Untuk steak sapi yang satu ini umumnya ia akan dimasak hingga setengah matang , atau dipanggang dalam jangka waktu 5 menit saja. Dengan demikian bagian luar steak pun akan terlihat berwarna coklat. Namun untuk bagian dalammnya sendiri masih nampak sedikit berwarna merah. Tingkat kematangan pada jenis steak yang satu ini paiing banyak diminati, hal ini berkaitan dengan sajiannya yang dianggap pas.

5.     Medium Well

Untuk jenis steak sapi yang satu ini ia akan dimasak hingga tiga per empat bagiannya sudah cukup matang. Proses pemanggangan daging ini umumnya dilakukan selama 5 hingga 7 menit.

6.     Well Done

Daging ini dimasak hingga 100% berada dalam kondisi matang, sehigga tekstur yang dimilikinya pun cukup keras, karena banyaknya kandungan air yang menguap. Proses pemanggangan yang dibutuhkannya berkisar 10 menit, dan steak pun disajikan dengan suhu 80 derajat celcius.

Holycow telah menjadi steak favorit kaum urban Jakarta sejak berdiri pertama kali 7 tahun yang lalu. Anda dapat menikmati steak wagyu yang lezat ini melalui cabang-cabang Steak Holycow Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Bandung, Palembang, BSD, dan cabang lainnya. Selamat menikmati!

Musim Hujan di Jakarta? 6 Makanan ini Siap Menemanimu!

Musim dingin di Indonesia ada pada musim-musimnya penghujan, seperti saat ini cuaca sedang tidak menentu kadang hujan dan kemarau panjang, perubahan musim yang tidak bisa ditebak ini membuat kita semua harus selalu waspada, ketika musim penghujan datang rasa malas gerak pun juga ikut menyerang, ketika hujan yang diinginkan hanya tidur berselimut di kamar, menunggu hujan dan merenungi nasib, wah itu gak kamu banget sob. Anak muda waktunya untuk semangat di mana pun dan kapan pun, coba hal baru dan nikmati sensasinya. Apalagi hidup di ibu kota dengan segala problematikanya, jangan sampai hujan membuat semangatmu luntur juga.

Musim hujan di Jakarta identik dengan banjir. Dari pada kamu binggung kelimpungan, cemas akan datangnya banjir mending kamu kulineran. saat musim hujan ada makanan yang perlu kamu coba untuk mengembalikan semangat kamu lagi, makanan berkuah dan hangat jadi pilihan terbaik untuk menghilangkan rasa dingin yang menerjang. langsung saja kita simak 6 makanan untuk musim dingin yang wajib kamu coba di antaranya:

  1. Soto

Siapa sih yang tidak mengenal soto Betawi makanan khas dari Jakarta. Soto Betawi terdiri dari kuah yang kaya akan rempah-rempah yang menggoyangkan lidah. Rasanya yang hangat dipadu dengan nikmatnya kuah rempah membuat musim dingin mu menjadi hangat dan semangat kamu kembali muncul. Penjual soto betawi akan sangat mudah kamu temukan.

  1. Bakso

Siapa yang tidak kenal dengan makanan ini. bakso menjadi makanan favorit hampir semua orang di Indonesia, bola-bola daging yang kenyal empuk di sajikan dengan kuah yang hangat, gurih dan nikmat. Di tambah lagi dengan sensasi pedas dari sambal membuat musim hujan menyenangkan urusan banjir bisa tergantikan sejenak.

  1. Mie Ayam

Satu dua nama dengan bakso, untuk kamu yang tidak suka makan bakso bisa makan mie ayam. bakso dan mie ayam serasa bersatu menjadi menu yang paling banyak di cari masyarakat Indonesia sekedar penganjal perut bahkan untuk makanan berat. Mie ayam menjadi makanan khas Indonesia bukan hanya untuk daerah tertentu cara mendapatkannya pun juga sangat mudah

  1. Mie Instan Selera Semua

Masih dalam rumpun mie, mie instan di jadi menu andalan anak kos di kala akhir bulan, bukan hanya akhir bulan saat hujan menu ini juga bisa digunakan. Cara buatnya yang mudah, kuah hangat serta rasa yang bisa disesuaikan. Nikmatnya musim hujan akan semakin nikmat bertemankan mi instan. Untuk lebih nikmatnya sajikan dengan berbagai toping lain seperti telur, sayuran, cabe rawit, irisan sosis dan lainnya.

  1. Gorengan dan Secangkir Kopi atau Teh

Menikmati gorengan dengan teman secangkir kopi atau teh menjadi menu peneman hujan mu yang nikmat. Gorengan akan semakin nikmat bila disantap saat masih hangat, bernostagia dengan hujan. Ajak semua orang yang menurut kamu spesial menikmati santainya musim hujan bertemankan gorengan dan secangkir kopi atau teh.

  1. Sup

Hangat, berkuah dan bergizi. Ya sup menjadi makanan selanjutnya di kala musim hujan datang. Sup ini ada banyak jenisnya, bisa dengan mudah di buat di rumah. Isi sup menyesuaikan selera. Kamu yang tidak suka sayuran masih tetap bisa menikmati sup seperti sup krim. Masak sup dengan kreativitas agar lebih menarik untuk keluarga kamu.

Dingin memang enaknya makan yang hangat-hangat, 6 makanan di atas sepertinya harus kamu nikmati untuk mengusir rasa malas akibat hujan datang. Jadi tidak ada istilah males, saat hujan pun kamu masih bisa berkuliner ria di kota Jakarta karena pedagang makanan di Jakarta yang sangat banyak. Hujan bukan lagi hambatan untuk kamu.